IHSG Melemah, Asing Jual Rp1,19T

1
338
Luar Biasa !!!, Rupiah Ahir Pekan Ini Ditutup di Angka Rp 14.300
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Foto: cnbnindonesia.com

Jakarta, PartaiPPP.com – Setelah menguat beberapa hari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup memerah. Pada akhir perdagangan Kamis (11/10) IHSG anjlok 117,84 poin atau 2,02% ke level 5.702.

Nilai traksaksi mencapai Rp 7,4 triliun dengan semua sektor mengalami pelamahan. Investor asing kembali membukukan jual bersih (net sell) cukup besar senilai Rp 1,19 triliun.

Beberapa saham yang paling banyak dilepas asing, yaitu: PT Bank Rakyat Indonesia/BBRI (Rp 191 miliar), PT Bank Central Asia/BBCA (Rp 186 miliar), PT Astra International/ASII (Rp 160 miliar), PT Bank Negara Indonesia/BBNI(Rp 81 miliar) dan PT United Tractors/UNTR(Rp 78 miliar).

Baca juga:

Semua sektor tercatat melorot. Sektor-sektor yang mencatatkan penurunan terdalam antara lain sektor aneka industri yang turun 2,92%, sektor keuangan yang turun 2,68% dan sektor pertambangan turun 2,46%.

Analis dari Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan anjloknya bursa di kawasan Asia didorong dan terlibat langsung dengan efek perang dagang secara global yang masih terus terjadi.

“Kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia yang tidak terlibat langsung. Walaupun pasar kita sempat menurun karena memang ekonomi yang elsu ditambah dengan larinya dana asing karena melihat peluang di Amerika Serikat,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/10/18).

Ia menambahkan, setelah International Monetary Fund (IMF) yang mengatakan bahwa resiko perang dagang yang tidak separah 2008 dan prediksi Indonesia yang kebal akan krisis.”Hal ini juga membuat optimisme pasar tumbuh kembali,” tambahnya.

Sedangkan analis dari Indosurya Sekuritas Nafan Aji menambahkan, pelemahan IHSG yang sempat terkoreksi 2,5% dalam perdagangan hari ini dimanfaatkan oleh investor untkuk melakukan aksi beli. Sehingga tekanan lebih dalam dapat dibantu dengan aksi tersebut.

“Kalau diperhatikan ketika indeks dibuka itu seudah tercipta gap down, dan mengalami pelemahan, jadi gap tersebut pelaku pasar sudah memanfaatkan untuk melakukan akumulasi,” ujar Nafan.

regards,
Rikza Panin Asset Management
085691362899

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini