Dibalik Cerita Bohong Ratna Sarumpaet

1
155
Pelanggaran Nilai Moral dan Hukum Ratna sarumpaet
Hoak sarumpaet (dok media ppp)

Ratna Sarumpaet, seorang aktivis pembela Parabowo, calon presiden yang diusung oleh Partai Gerindra. Ratna yang kesehariannya membela Prabowo kini harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat cerita bohong yang dilakukannya. Mengaku dipukuli dan dianiaya, Ratna pertama kali bohong kepada anaknya. Cerita itu terus bergulir di lingkungan keluarga dan akhirnya menimbulkan cerita lain yang disadarinya dan berkembang menjadi sebuah kebohongan kepada kolega-koleganya.

Ratna Sarumpaet mengaku sebagai pencipta hoaks terbaik, “Ternyata saya adalah pencipta hoaxterbaik, kebohongan saya telah menghebohkan negeri,” ujarnya seperti dikutip dari laman Tempo.co.

Lalu, apakah cerita bohong yang dilakukan ratna – yang sudah terlanjur menjadi konsumsi publik – bisa dimaafkan tanpa ada proses hukum?

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (3/10/2018), dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet berawal dari twit akun Fadli Zon (@fadlizon). Twit lain dari akun Rachel Maryam (@cumarachel) malah menampilkan wajah bengkak wanita yang disebut Ratna Sarumpaet.

Baca juga:

Selain dua akun itu, koordinator Jubir Tim Kampanye Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, sibuk menyatakan dugaan penganiayaan.

Hingga akhirnya Ratna ditemui Prabowo Subianto, Amien Rais, dan Fahri Hamzah, pada Selasa sore, 2 Oktober kemarin. Capres Prabowo bahkan menyebut hal ini melanggar HAM.

Atas viralnya pesan di media sosial soal penganiayaan terhadap anggota Badan Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, polisi bergerak cepat. Namun, polisi tidak menemukan saksi yang mendengar langsung pengeroyokan yang disebutkan terjadi di Bandung.

Penyelidikan terhadap ponsel Ratna menunjukkan dirinya ada di Jakarta dan menjalani perawatan wajah di Rumah Sakit Bina Estetika.

Atas kasus ini, polisi mengancam akan menjerat pidana siapapun penyebar berita palsu terkait penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Dalam kasus Ratna, sejatinya cerita kebohongannya tak akan mencuat ke publik jika tak ada yang menyebarkannya. Publik sama sekali tak akan tahu jika kelompok kubu Prabowo-Sandi Uno tak mengekspos cerita tadi. Lalu, menurut saya, muatan politik sangat kental ketika mereka berusaha memberitahu publik bahwa Ratna Sarumpaet yang adalah bagian dari BPN Prabowo-Sandi telah dianiaya. Tujuan dari itu semua adalah men-stigma masyarakat bahwa penganiayaan itu dilakukan oleh kelompok kubu Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin.

Namun apa daya, ketika polisi berhasil mengungkap bahwa Ratna Sarumpaet berbohong, Ratna seperti ketakutan dan akhirnya mengakui kebohongan itu dan kolega-koleganya berang dan menanggung malu dan pada akhirnya beramai-ramai meminta maaf, sepertinya idul fitri berlangsung dua kali di tahun ini, tetapi hanya berada di kubu 02.

Sementara dalam acara talk show salah satu tv swasta, Fahri Hamzah (Wakil Ketua DPR sahabat baik Fadli Zon) meminta kepada semua pihak berempati kepada Ratna, Fahri menilai kasus Ratna harus disudahi, mengingat Ratna sudah meminta maaf dan umur juga sudah 70 tahun, Namun, Budiman Sudjatmiko dari PDIP yang juga Tim Pemenangan Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin menuding Fahri tidak konsisten dengan ucapannya. Budiman membandingan kasus yang menimpa Ahok, Ahok juga meminta maaf dan mengakui kesalahan, namun kasusnya tetap berjalan hingga Ahok dipenjara.

Mari kita simak pengakuan lengkap Ratna Sarumpaet, si pembuat hoaks terbaik berdasarkan pengakuannya:

Bismillahirahmanirahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan.

Pada saat saya merasa telah melakukan kesalahan kalian tidak menjauh. saya mohon apapun yang saya sampaikan hari ini sesuatu yang berguna yang membuat kegaduhan dalam dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memafkan.

Tanggal 21 saya mendatangi rumah sakit khusus bedah menemui dokter sidik ahli bedah plastik. kedatangan saya ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi kiri saya.

Dokter Sidik adalah dokter bedah plastik yang saya percaya, yang saya sudah 3-4 kali ke sana. tapi setelah operasi dijalankan pada tanggal 21 dan 22-nya pagi saya bangun saya lihat muka saya bengkak secara berlebihan, tidak seperti yang dialami biasanya. Dokter sidik saya tanya ini kenapa begini? dia bilang itu biasa. intinya begitu.

Jadi apa yang saya katakan ini menyanggah bahwa ada penganiayaan.

Bahwa betul saya ada di dokter Sidik hari itu dan pulang dari sana setelah saya dijadwalkan pulang, lebam-lebam di muka saya masih ada, seperti ada kebodohan yang tidak pernah saya bayangkan bisa saya lakukan dalam hidup saya. saya pulang seperti membutuhkan alasan pada anak saya di rumah, kenapa muka saya lebam-lebam.

Dan memang saya ditanya kenapa? Saya jawab dipukuli orang.

Jawaban pendek itu dalam satu minggu kedepannya terus dikorek karena namanya juga anak, liat muka ibunya lebam lebam, kenapa. saya gatau kenapa dan saya tak pernah membayangkan bahwa saya akan terjebak dalam kebodohan seperti ini.

Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita seperti yang diceritakan dan ada kebenarannya dengan apa yang saya katakan pada anak-anak saya.

Jadi selama seminggu lebih sebenarnya cerita itu hanya berputar-putar di keluarga saya dan hanya untuk kepentingan saya berhadapan dengan anak-anak saya. Tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada hubungannya untuk keluar.

Tapi setelah sakit di kepala saya mereda dan saya mulai berhubungan dengan pihak luar, saya enggak tahu bagaimana saya memaafkan ini kelak, tapi saya kembali melakukan kesalahan itu. Saya kembali dengan cerita itu bahwa saya dipukuli.

Mohon jangan saya dikira mau mencari pembenaran, enggak, ini salah. Apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang salah. Ketika ketemu Fadli Zon datang ke sini, cerita itu yang sampai ke dia, Iqbal (anaknya Ratna) saya panggil ke sini juga cerita itu yang berkembang di dalam percakapan.

Dan hari Selasa tahu-tahu foto saya sudah beredar di medsos, saya enggak sanggup baca itu. Saya ada beberapa peristiwa yang membawa saya ke pak Djoksan, lalu ke Pak Prabowo. Bahkan di depan Pak Prabowo, orang yang saya perjuangkan, orang yang saya cita-citakan memimpin bangsa ini ke depan, mengorek apa yang terjadi kepada saya, saya juga masih melakukan kebohongan itu.

Sampai kita keluar dari lapangan polo (di Hambalang) kemarin, saya tetap diam, saya biarkan semua bergulir dengan cerita itu. Di lapangan polo sebenarnya saya merasa betul ini salah, waktu saya berpisah dengan Pak Prabowo dan amien rais, saya tahu sebenarnya di hati ini saya salah, tapi saya tidak mencegah mereka.

Itulah yang terjadi. Jadi tidak ada penganiayaan. itu hanya cerita khayal yang diberikan entah oleh setan mana ke saya dan berkembang seperti itu, saya tidak sanggup melihat bagaimana Pak Prabowo membela saya dalam sebuah jumpa pers.

Saya tidak sanggup melihat sahabat-sahabat saya membela saya dalam pertemuan yang digelar di Cikini. Saya solat malam tadi malam berulang kali, dan tadi pagi saya mengatakan kepada diri saya, setop!

Saya panggil anak-anak saya, saya minta maaf kepada anak-anak saya. Saya minta maaf kepada orang-orang yang membantu saya di rumah ini yang selama sekian hari ini saya selalu bohongi. Bohong itu sebuah perbuatan yang salah. Dan saya tidak punya jawaban bagaimana mengatasi kebohongan kecuali mengakui dan memperbaikinya.

Mudah-mudahan dengan itu semua pihak yang terdampak oleh perbuatan saya ini mau menerima bahwa saya hanya manusia biasa. perempuan yang dikagumi banyak orang itu juga bisa tergelincir.

Untuk itu melalui forum ini juga saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo, terutama kepada Pak Prabowo Subianto yang dengan tulus membela saya, membela kebohongan yang saya buat, saya enggak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini. Tapi saya berjanji akan memperbaiki dan memulihkan perjuangan kami yang sekarang ini sedang terhenyak.

Saya mohon maaf kepada bapak Amien Rais yang juga mendengar kebohongan saya kemarin dan ikut jumpa pers. Saya minta maaf kepada teman-teman seperjuangan di koalisi 02, sekarang ini saya melukai hati kalian, sekarang ini saya membuat kalian marah.

Demi Allah saya tidak berniat seperti itu dan saya harap Tuhan memberikan kekuatan pada kita semua agar kejadian ini tidak mempengaruhi perjuangan kita.

Dan saya juga minta maaf pada emak-emak yang selalu menyebut saya dalam perjuangannya. Aku tahu kalian kecewa, tapi begitulah hidup kita bagaiamana lihat aku tapi gimana kita melihat rakyat

Ratna could be somebody, could be nobody, Tapi ratna tetap bejuang

Saya meminta maaf pada pihak semua yang terkena dampak yang saya lakukan

Saya memita maaf pada semua pihak yang selama ini saya kritik dan kali ini berbalik ke saya.

Kali ini saya pencipta hoax terbaik ternyata, menghebohkan semua negeri. Mari kita ambil pelajaran dan bangsa kita ini dalam keadaan tidak baik, seperti yang saya lakukan ini mari kita hentikan.

Saya minta maaf tak berikan kesempatan tanya jawab krn ini sesnsitif dan saya sudah beri permyataan tolong diterima dengan baik.

1 KOMENTAR

Tinggalkan balasan