PPP: Ketua SKK Migas Baru Harus Punya Komitmen Hululisasi

1
131
PPP: Ketua SKK Migas Baru Harus Punya Komitmen Hululisasi
Achmad Farial Anggota wakil Ketua Komisi VII DPR RI PPP (sumber foto https://bogordaily.net/)

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PPP, Achmad Farial menyambut baik terpilihnya Dwi Sutjipto sebagai Kepala SKK Migas baru. Ia berharap pengalaman Sutjipto sukses memimpin beberapa BUMN bisa berinmas pada peningkatan kinerja SKK MIgas.

“Dwi Sutjipto dan Ignatius Jonan (Menteri ESDM) merupakan dua orang yang pernah sukses memimpun BUMN. Mereka harus bekerja sama meningkatkan produksi minyak di Indonesia,” kata Farial.

Saat ini produksi minyak Indonesia hanya 750.000 barel perhari. Padahal kebutuhan setiap hari mencapai 1,5 juta barel. Sehingga perlu peningkatan produksi agar bisa mengurangi defisit.

Farial berharap SKK Migas dan Kemneterian ESDM tidak selalu beralasan adanya sumur tua yang membuat rendahnya, produksi. Mereka perlu mencari solusi untuk meningkatkan produksi.

Sementara Anggota Komisi VII dari FPPP lainnya, Joko Purwanto meminta Sutjipto untuk memberikan perhatian dan komitmen besar pada hululisasi di sektor migas. Hululisasi yang berjalan dengan baik diharapkan bisa meningkatkan produksi minyak.

Hululisasi ini menjadi penting mengingat saat ini ada sejumlah blok yang ditinggalkan pengelolanya yang lama, dan diambil alih oleh Pertamina. Selain itu ada sejumlah blok migas baru yang ditemukan.

“Ada Blok Mahakam yang kini dikelola Pertamina. Juga Blok Rokan yang sebelumnya dikelola Chevron akan diambil alih oleh Pertamina,” kata Joko.

Joko menambahkan, SKK Migas tidak bisa lagi hanya melakukan penunjukan pada perusahan migas baru internasional untuk mengelola blok yang ada. Namun hululisasi juga harus melibatkan perusahaan nasional.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri ESDM, Ignasius Jonan melantik Sutjipto sebagai Kepala SKK Migas pada Senin (3/12/2018) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 57/M Tahun 2018 tanggal 30 November 2018. Sutjipto menggantikan Amien Sunaryadi masa jabatannya berakhir pada 18 November 2018 lalu. (PartaiPPP.com – Rilis, Islah Biro Media DPP PPP )

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar Anda
Silahkan tuulis nama Anda