Maraknya Penipuan Pembuatan Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

1
421
Maraknya Penipuan Pembuatan Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Contoh SMK3 yang Palsu dan sudah banyak memakan korban (partaiPPP.com)

Diawali dari sahabat saya yang menanyakan perihal Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja(SMK3), ahirnya terungkap bahwa telah banyak para pengusaha terutama pengusaha Konstruksi menjadi korban penipuan pembuatan SMK3 teresebut.

Seperti tertuang dalam Permenaker,  PER.05/MEN/1996  tercantum dalam Pasal 1  mendefinisikan  bahwa Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah bagian dari sistem manajemen keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

Untuk Konsultasi Pembuatan SMK3 Bisa menghubungi:

One Stop Service
Konsultasi dan Pembuatan SMK3 Resmi

 

Menjelang ahir tahun tender-tender proyek jasa konstruksi biasanya mulai ramai baik tender proyek swasta, pemerintah maupun PMA. Sebagian besar proyek-proyek tersebut sat ini sudah mensyaratkan SMK3 sebagai syarat untuk mengikuti lelang baik proyek swasta maupun Pemerintah.

Oleh karena itu banyak pengusaha konstruksi berburu untuk membuat SMK3 tersebut, peluang inilah yang ditangkap oleh para Mafia yang selanjutnya menjadikan Produk SMK3 sebagai Modus penipuan.

Menurut pengakuan salah satu staff Sucofindo yang tidak mau di sebut namanya, di kantornya di pancoran sudah banyak laporan kepada mereka tentang banyaknya penipuan SMK3.

” Beberapa hari lalu saya menemui tamu dengan permasalahan penipuan SMK3 ada 4 perusahaan, Mungkin masih banyak lagi di luaran sana” kata beliau.

Staff Sucofindo berharap para pengusaha benar-benar mengecek lembaga sertifikasi dengan hati-hati dan cermat, sebelum melakukan pilihan untuk membuat Sistem Management Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tersebut, agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang.

“Para Pengusaha harus hati-hati memilih lembaga atau konsultan untuk sertifikasi SMK3, agar kejadian penipuan ini tidak terus berlanjut” tambahnya.

Staff Sucofindo di ahir perbincangan kita berharap agar Asosiasi Konstruksi memberikan rekomendasi yang benar kepada anggotanya, dan berharap Asosiasi Konstruksi membuat laporan ke kepolisian apabila ada anggotanya yang mengalami penipuan tersebut.

” Saya berharap Asosiasi Kontraktor memberikan rekomendasi untuk menentukan pilihan bagi anggotanya dalam pembuatan SMK3, dan apabila ada anggotanya yang terkena musibah Penipuan SMK3 untuk segera membuat laporan kepolisian” pungkasnya. ( Imam Iswadi – partaiPPP.com)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan tulis komentar Anda
Silahkan tuulis nama Anda