Info Pasar Modal : IHSG Kembali Koreksi Akibat Perang Dagang AS – China

0
252
reaksi pasar terhadap komentar donald trump
Mata uang Indonesia (Rupiah) dan mata uang Amerika Serikat (Dollar AS)

PartaiPPP.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup koreksi melemah 0,21% ke level 5.811,79. Sentimen perang dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi sentimen utama yang mendorong pelemahan bursa saham domestik.

Nilai perdagangan tercatat sebesar Rp 6,67 triliun dengan memperdagangkan 5,52 miliar saham dari frekuensi perdagangan sebanyak 409.208 kali.

Namun, investor asing masih melakukan transaksi di bursa. Tiga saham yang paling banyak diborong saham adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Telekomunikasi Tbk (TLKM).

Investor asing memborong saham ASII senilai Rp 99,09 miliar dari total transaksi Rp 432,5 miliar. ASII sudah diperdagangkan sebanyak 4.486 kali dengan volume transaksi 60,99 juta lembar saham. Saham ASII menguat 1,08% menjadi Rp 7.025 per saham.

Saham PTBA diborong asing sebesar Rp 96,53 miliar dari total transaksi Rp 209,39 miliar. PTBA ditransaksikan sebanyak 8.113 kali dengan volume transaksi 51,58 juta saham. Saham PTBA naik 5,09% menjadi Rp 4.130 per saham.

Saham TLKM diborong asing sebesar Rp 57,56 miliar dari total transaksi Rp 600,66 miliar. TLKM sudah transaksikan sebanyak 9.977 kali dengan volume 170,52 juta lembar saham. Harga saham TLKM naik 2,88% menjadi Rp 3.570 per saham.

Pergerakan rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat di posisi Rp 14.850 di pasar spot. Rupiah menguat 0,13% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

Sementara itu, di Asia bursa saham masih bergerak variatif. Nikkei, Hang Seng dan Shanghai ditutup menguat masing- masing sebesar 1,41%, 0,56% dan 1,82%. Sementara Strait Times bersama dengan Indonesia justru melemah tipis 0,07%.

Dampak perang dagang AS – China membuat pelaku pasar memasang mode _defensif_ dengan melepas instrumen berisiko seperti saham. Presiden AS Donald Trump akan mengenakan bea masuk baru senilai 10% terhadap berbagai produk China senilai US$ 200 miliar (Rp 2.978 triliun) mulai 24 September 2018. Bea masuk tersebut kemudian akan naik menjadi 25% pada akhir tahun ini. (Rikza Panin Asset Management+62 856-9136-2899/ imam iswadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini