Inflasi Masih Terkendali, IHSG Mencoba Bangkit

0
544
Luar Biasa !!!, Rupiah Ahir Pekan Ini Ditutup di Angka Rp 14.300
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Foto: cnbnindonesia.com

Jakarta, PartaiPPP.com – Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 31 poin (-0,53%) ke level 5.944 pada perdagangan kemarin Senin (1/10/18). Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 6 triliun dengan volume sebanyak 9,1 miliar unit saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 319.998 kali.

Sementara asing membukukan net buy di semua perdagangan saham sebesar Rp 377,8 miliar. Sektor yang mengalami pelemahan terbesar di sektor industri dasar (-2.37%) dan barang konsumsi (-1.49%). Sedangkan sektor dengan kenaikan terbesar yakni pertambangan (+1.35%) dan properti (+0.66%).

Baca juga:

 

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada September terjadi deflasi hingga 0,18%. Secara year-on-year Indeks Harga Konsumen (IHK) per September 2018, sebesar 2,88%. Hal itu turut mempengaruhi pelemahan IHSG hari ini, pelaku pasar menganggap ada pelemahan daya beli.

Deflasi pada September kemarin terjadi karena dua hal, yakni pengendalian bahan makanan yang dilakukan pemerintah dan belum membaiknya konsumsi masyarakat. Masih belum kuatnya konsumsi ini terlihat dari inflasi inti yang menurun menjadi 2,82% (dari posisi Agustus 2,9%).

Kelompok bahan makanan memang tercatat mengalami deflasi hingga 1,62% MtM, serta menyumbang andil inflasi sebesar -0,35%, sehingga capaian tersebut dalam skala perekonomian yang lebih besar dapat disikapi dengan optimisme.

Analisa dari Valbury Sekuritas mengatakan sentimen pasar global terangkat adanya kabar disepakati revisi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko diperkirakan akan menandatangani perjanjian baru itu di akhir November sebelum diajukan ke Kongres.

“Membaiknya pasar AS diharapkan menjadi katalis positif bagi pasar Asia dan juga sebagai dukungan bagi IHSG untuk bergerak menuju zona hijau pada hari ini,” ungkap Valbury Sekuritas dalam catatan risetnya.

Sementara itu, analis dari Indosurya Sekuritas William Surya menambahkan pergerakan IHSG pada awal bulan ini masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi wajar, di tengah masih bergejolaknya harga komoditas.

“Masih berlangsungnya arus capital inflow, sangat diharapkan untuk dapat kembali membantu kenaikan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi menguat dengan kisaran di level 5.811-6.123,” ujar William.

Sedangkan Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada mengatakan pelemahan yang terjadi dapat membuka peluang pelemahan lebih lanjut dengan adanya dukungan dari kembalinya aksi jual. Padahal, secara sentimen cukup positif untuk melanjutkan kenaikan sebelumnya.

“Diharapkan pergerakan positif dari sejumlah bursa saham global dapat membantu IHSG kembali menapak di zona hijaunya. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan IHSG melanjutkan kenaikannya,” tambah Reza.

Selain itu, diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5.928-5.938 dan resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.957-5.965

regards,
Rikza Panin Asset Management
085691362899

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini