IHSG Belum Cukup Kuat Bangkit

1
352
Luar Biasa !!!, Rupiah Ahir Pekan Ini Ditutup di Angka Rp 14.300
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Foto: cnbnindonesia.com

Jakarta, PartaiPPP.com – Sore ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,14% hingga akhir perdagangan ke level 5.874,3. Pergerakan IHSG berbanding terbalik dengan indeks Nikkei dan Strait Times yang diperdagangkan menguat, masing-masing sebesar 0,29% dan 0,54%. Sementara itu, perdagangan di bursa saham Korea Selatan dan Hong Kong pada hari ini diliburkan.

Investor asing mencetak pembelian bersih Rp 36,62 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Ro 68,5 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 35 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 13,6 miliar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 60 miliar, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) Rp 42,2 miliar, dan INKP Rp 38,5 miliar.

Sementara Kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Posisi rupiah pun tetap berada di level Rp 14.900/US$.

Pada Selasa (25/9/2018) pukul 16:00 WIB, US$1 ditutup pada Rp 14.915 di pasar spot. Rupiah melemah 0,37% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.

Sementara itu, harga jual dolar AS di beberapa bank nasional telah di atas Rp 14.950/US$.

Baca juga:

Dari sisi eksternal, sentimen positif bagi bursa saham Benua Kuning datang dari tercapainya kesepakatan dagang antara AS dengan Korea Selatan. Pasca melakukan pertemuan bilateral kemarin sore (24/9/2018), Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melakukan penandatanganan perjanjian dagang antar kedua negara yang disebut Trump sebagai sebuah kesepakatan yang sangat besar. Lebih lanjut, Trump menyebut perjanjian tersebut sebagai sesuatu yang adil dan saling menguntungkan. Perjanjian ini akan mengurangi defisit dagang AS dengan Korea Selatan dan memperbesar peluang ekspor produk-produk AS ke Negeri Ginseng seperti mobil, obat-obatan, dan produk agrikultur.

Pada 27 September dini hari waktu Indonesia nanti, the Fed akan mengumumkan tingkat suku bunga acuan terbarunya. Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak Fed Fund futures per 25 September 2018, kemungkinan bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 25bps pada pertemuan kali ini adalah sebesar 93,8%.

Laporan:
Rikza, Panin Asset Management
085691362899

1 KOMENTAR

Tinggalkan balasan