Gus Rommy Puji Penampilan Para Santri Pada Malam Kebudayaan Pesantren

0
196
Gus Romy, Puji Kreatifitas para santri
Gus Romy Ketua Umum PPP ( sumer foto : krjogja.com)

PartaiPPP.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy yang akrab dipanggil Gus Rommy menilai bahwa kreativitas para santri itu tak lekang oleh zaman. Hal tersebut di ungkapkan Gus Rommy saat menonton aksi santri yang membawakan lagu “Syubbanul Wathon” tapi dengan modifikasi genre Rock. Gus Rommy hadir dalam acara Malam Kebudayaan Pesantren yang digelar di Panggung Krapyak, Yogyakarta, Rabu (10/10) malam. Gus Rommy juga  menyaksikan pentas stand up comedy, musik, hingga puisi bersama Menteri Agama Lukman Hakim S.,  Ia pun mengaku sangat tertarik dengan penampilan para santri tersebut.

“Saya tertarik dengan penampilan para santri yang sangat luar biasa dan milenial. Ternyata kreasi milenial religius itu memiliki kreativitas yang sama, bahkan dalam beberapa aspek lebih dahsyat dibanding milenial nonreligius,” jelas Gus Rommy.

Cicit kyai Wahab Hasbullah ini sangat terhibur dan kagum kepada para santri yang mampu meciptakan kreatifitas tanpa meninggalkan nilai religisunya.

“Kreativitas santri tidak pernah lekang oleh zaman. Lagu ‘Syubbanul Wathon’ dibawakan dalam musik rock, ini menunjukkan apa yang dikarang KH Wahab Hasbullan pada 1930-an kini relevansinya kembali digugah dengan pendekatan Candra Malik,” kata Gus Rommy, Kamis (11/10/2018).

Gus Rommy memberikan contoh, kemampuan santri yang mengubah sholawat dengan nada lagu ‘Despacito’. Menurutnya, sholawatan tersebut memiliki sentuhan etnis dan juga tak meninggalkan tradisi selawatan.

“Pertama, tradisi sholawatan itu dipertahankan. Kedua, konten etnis sebagai Indonesia tetap dimunculkan serta  di satu sisi electro funk music-nya juga terasa,” imbuh dia.

Menurutnya, apa yang dilakukan Candra Malik sangat mirip dengan strategi dakwah Wali Sanga zaman dulu. Hanya, para wali menggunakan media wayang kulit pada saat itu, sementara Candra Malik menggunakan musik modern dalam mempopulerkan tradisi Islam.

“ Apa yang tadi banyak ditampilkan, rap santri dan lain sebagainya, itu persis saat para wali masuk ke Indonesia, yang menggunakan wayang sebagai medium penyebaran agama Islam. Tidak menegasikan wayang sebagai alhuf muhakkamah, wayangnya disyahadatkan. ‘Despacito’ syair aslinya itu tidak senonoh. Namun, karena menjadi tone yang digemari anak muda, maka ‘Despacito’-nya yang diselawatkan,” pungkasnya. (Sumber berita: PPP.or.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini