Dibalik Peci, Buku dan Tempe Ibunda Sinta Nuriyah Wahid

0
956
Di Balik Peci Gus Dur
Penyematan Peci Gusdur oleh Ibunda Sinta Nuriyah Wahid (sumber foto: Nasional.Kompas.com)

PartaiPPP.com-Ahir-ahir ini sangat banyak beredar foto di media sosial  Presiden Jokowi diberi Peci, Prabowo dikasih buku dan shandiaga uno yang diberi tempe oleh Ibunda Sinta Nuriyah Wahid.

Sebagai Istri Gus Dur disamping sebagai mantan Ibu Negara, juga merupakan darah biru di kalangan Nahdatul Ulama artinya Ibu Sinta Nuriyah saat ini di anggap sebagai sesepuh Negara dan juga merupakan sesepuh Nahdatul Ulama Kultural. Maka tidak heran bagi para pemegang kekuasaan di negara ini sering silaturahmi, menjenguk atau sowan ke ibu Sinta Nuriyah untuk mendapatkan Wejangan, Himbauan atau Masukan dari beliau.

Sebagai seorang Presiden memang Pak Jokowi sejak menjabat jadi presiden merupakan Presiden yang sangat sering Silaturahmi para sesepuh Negara ini. Pak  Jokowi sangat rajin bersilaturahmi dengan para ulama maupun sesepuh Negara atau yang dituakan Negara ini. Termasuk bersilaturahmi dengan Nyak Sandang yang merupakan Pahlawan yang sangat berjasa dalam sejarah NKRI, beliau merupakan seorang yang telah memberi pesawat pada Indonesia pertama kali, tapi sejak kemerdekaan seakan semua lupa dan tidak pernah ada yang tau dan mau tau, dengan beliau ini dan baru Presiden Jokowi yang mengingatkan kita kembali pada jasa nyak sandang ini.

Kegiatan tersebut intens dilakukan demi menjaga, mendapatkan masukan, serta arahan dari para orang tua bangsa ini. Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan bijak bagi seorang pemimpin dari negeri yang sangat luas dengan keanekaragaman budaya, bahasa dan suku.

Rupanya kegiatan ini mencuri perhatian Prabowo dan sandiaga uno sebagai calon presiden dan wakil presiden 2019. Berlatar belakang komentar sandiaga tentang tempe yang setipis ATM saat ini karena pergerakan dolar, beberapa hari sebelumnya. Maka saat berkunjung di Rumah Ibunda Sinta Nuriyah Wahid memberikan tempe mendoan dengan mengatakan tempenya tidak setipis ATM. Kalau menelisik dari keunikan Gus Dur, rupanya ibunda Sinta Nuriyah wahid mewarisi keunikan-keunikan Gus Dur tersebut. Sangatlah jelas pesan-pesan tempe mendoan Ibunda Sinta Nuriyah Wahid, dengan pemberian  tempe mendoan tersebut Ibunda Sinta Nuriyah mengirmkan pesan mendalam antara lain:

  1. Jadilah orang yang jika mau berbicara dengan pembuktian terlebih dahulu atau harus dengan survey langsung terlebih dahulu tidak asal ngomong sehingga tidak meresahkan bahkan menjadi cibiran.
  2. Dalam mencapai tujuan mencapai kekuasaan tidak dengan menjatuhkan lawan dengan statmen yang tidak berdasar.
  3. Ikut menjaga ketenangan rakyat kecil itu sangat penting, bukan malah membuat keresahan.

Sementara Prabowo juga menyempatkan diri berkunjung ke Ibunda Sinta Nuriyah Wahid, lain pula perlakuan atau simbol-simbol yang disampaikan ke Prabowo sebagai calon Presiden 2019. Kali ini Ibunda Sinta Nuriyah Wahid menunjukkan kursi bolong karena Gus Dur lebih suka lesehan dari kursi bolong dan lesehan itu pesan-pesan Ibu Sinta Nuriyah sangatlah jelas bahwa ketika menjadi seseorang yang mempunyai keinginan besar itu harus” bolong” atau terbuka,membuka hati, lapang dada. Dan kata “Gus Dur lebih suka lesehan” artinya harus rendah hati, jangan sombong, menjaga kerukunan bukan malah membikin keributan di masyarakat. Pada ahir perjumpaan Ibunda Sinta Nuriyah memberikan dua buku A View From Inside dan Menyoal Status Agama Pra-Islam jelas merupakan buku yang amat mendalam artinya buat capres prabowo untuk tetap menjaga kerukunan dan stabilitas nasional.

Sedangkan Jokowi pada waktu itu masih menjabat sebagai gubernur jakarta,pada saat hari lahir yang ke-9 Wahid Institute diberikan Peci berbahan rotan yang biasa di pakai Gus Dur, pada kesempatan itu Ibu Sinta Nuriyah sendirilah yang menyematkan ke Kepala Jokowi saat itu. Ini adalah hal yang luar biasa, kenapa? Bagi seorang Ulama Peci adalah Mahkotanya disamping Ulama Kita tahu Bahwa Gus Dur adalah Mantan Presiden ke-4 Indonesia artinya Ibu Sinta Nuriyah mewakili Gus Dur memberikan kepercayaan yang penuh Jokowi untuk menjadi pengayom dan pelindung bangsa dan rakyat Indonesia dengan memakaikan Mahkota Gus Dur ke Kepala Jokowi. Hingga saat ini amanah yang diberikan Gus Dur benar-benar dilakukan oleh Jokowi saat mengemban sebagai Predien dengan membangun bangsa ini dengan tetap merakyat seperti Gus Dur dalam kesehariannya. (16/9/18-

imam Iswadi)

Tinggalkan balasan